Umroh Ramadhan 2019

Umroh Ramadhan 2019 dari hanatour
Umroh dan Ramadhan. Dua kata yang apabila digabungkan akan menjadi perpaduan yang menarik bahkan bernilai pahala yang besar. Bagaimana tidak? Berdasarkan sabda Rasulullah Saw., siapapun yang berumroh di bulan Ramadhan niscaya memperoleh ganjaran sebagaimana haji bersama beliau.

Wah, siapa yang tidak mau haji bersama Rasulullah? Anda pun berminat? Berarti kini saatnya Anda bergabung dalam paket umroh Ramadhan 2019 dari hanatour. Kesempatan terbaik untuk berangkat ke tanah suci. Berumroh sekaligus merasakan sensasi menikmati bulan suci di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Berbuka puasa bersama ratusan ribu jamaah dari seluruh dunia. Disambung dengan shalat tarawih yang diiringi bacaan surat pendek nan merdu.

Umroh Ramadhan 2019 dari hanatour siap memberangkatkan Anda di awal maupun akhir Ramadhan. Biasanya jamaah akan membludak di sepuluh hari terakhir bulan suci tersebut. Sebab banyak umat Islam yang ingin mencoba itikaf di Masjidil Haram. Anda pun berkesempatan memburu malam Lailatul Qadar di tanah suci.

Selain itu, nikmati pula software citytours yang akan mengajak Anda berkeliling di kota Makkah, Madinah, dan Jeddah. Tidak hanya berumroh, mari jalan-jalan juga sambil berziarah ke makam Rasulullah, napak tilas di Jabal Uhud, mengunjungi Masjid Quba, bertamu ke Masjid Qiblatain, hingga mengintip Gua Hira.

Berangkat umroh di bulan ramadhan 2019 bersama hanatour
berangkat umroh di bulan ramadhan 2019 bersama hanatour
Mau yang lebih spesial lagi? Yuk mendaftar dalam paket umroh plus Aqsa atau paket umroh plus Turki dari hanatour. Menyambangi masjid termulia ketiga di dunia. Dengan begitu, Anda juga berkesempatan melaksanakan shalat tarawih di tiga masjid sekaligus loh: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjdil Aqsa.

Seluruh rangkaian umroh di atas juga dilengkapi oleh berbagai fasilitas istimewa. Mulai dari tiket pesawat ekonomi PP, hotel berbintang lima ataus setaraf, bus full AC selama perjalanan, layanan makan tiga kali sehari, serta pembimbing umroh yang muda, dekat, dan membina.

Tata Cara Melaksanakan Umroh

Ibadah Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, tetapi lebih sederhana dan bisa dilaksanakan di luar bulan haji. Ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihramyang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal eight Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

A.Syarat ,Wajib, dan Rukun Umrah
Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji.Sedangkan rukun umrah adalah :
Ihram
Tawaf
Sai
Mencukur rambut kepala atau memotong sebagian(tahalul)
Tertib
Adapun wajib umrah hanya satu, yaitu memulai ihram dari miqat.

B.Tata Cara umrah
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini: Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.

Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.

Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
Sesampai di ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.

Salat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirunpada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.

Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.

Amalan pada poin eight diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
Dengan demikian selesai sudah amalan umrah